Posted in Cerita Islami, hikmah, ilmu, Motivation

Pesan Tersirat Seorang Ayah

Sampai kapanpun permaian ini akan selalu akan digemari dan menjadi kenangan indah bagi kami, anak-anak desa.

“ayo kettek mi, bidik ke yang ini aja. kamu kenain sampingnya jadi nanti serambang dengan yang sebelah sini” intruksi teman saya seakan akan menajdi pelatih baik kelerengku. Dia tahu bahwa saya paling jago kalau soal membidik namun dia lebih jago melihat peluang. Kuputar badanku 900 untuk membidik kelereng sesuai perintahnya.

“brakkkk”

Semua orang berlarian menuju suara itu. Tawanaan dan keseruan kamipun menjadi tegang dan bertanya-tanya darimana suara itu berasal, tak sempat 5 detik kami melihat kejadian yang bersal dari sumber suara tersebut. Itu bukan suara kelereng yang saya bidik tapi suara tabrakan motor. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun terhampar + 9 meter dari titik awal dia ditabrak, pelaku kemudian melarikan diri sekencang mungkin yang kebetulan lewat didepan kami. Seperti biasa kalau kejadian seperti ini pasti si pelaku penabrak akan bonyok duluan sebelum dibawa ke pihak yang berwajib.

teman-teman seperjuanganpun melemparnya dengan kelereng akupun tak mau kalah dengan kesempatan ini, kulemparkan kelereng yang masih ditanganku. Badanku yang masih kecil dan umurku yang masih 10 tahun tentu tidak akan bisa mengejar pelaku tersebut yang kami bisa hanyalah meramaikan suasana dengan membantu seadanya, teriak teriak dan lain sebagainya.

Kulihat sosok bijaksana keluar dari pintu rumah, dari rautan mukanya aku sudah bisa menebak bahwa dia penasaran tentang kejadian ini.

“ada apa nak” tanyanya heran.

“Pa tadi Abil ditabrak, yang menabrak di kejar orang-orang kearah sawah, tadi saya juga lempar pakai kelereng tapi tidak kena” ceritaku dengan penuh kebanggakan.

Sesaat kemudia raut wajah yang penuh penasaran tadi mulai memerah, matanya melotot dengan tajam melihat kearahku seprti elang melihat mangsanya. Tangan kananku diangatnya, badanku tergantung seperti anak kecil yang memegang kucing kaki kucing. Sesampai aku diletakan dikursi mata yang tadi tidak berubah tetap melotot kearahku.

“SIAPA YANG MENGAJARIMU SEPERTI ITU” bentak ayahku.

“tidak ada pa” jawabku sambil menangis

“PAPA PERNAH MENGAJARMU MELEMPAR ORANG, GURU-GURU DISEKOLAH PERNAH MENGARMU MELEMPAR ORANG HAA” nadanya makin tinggi dibarengin dengan pukulan meja yang membuatku kaget dan makin menangis.

“tidak pak, ti-ti-tidak ada” jawabku sambil menahan tangisku.

“jangan pernah lakukan itu lagi, sana masuk kamar jangan keluar” perintahnya dengan nada yang sedikit menurun.

Dikamar akupun merenung kenapa saya yang dimarahin, bukankah yang kulakukan adalah kebaikan.?

 

Orang tuaku memang sangat jarang berbicara dengan ku beliau seringnya memperaktekan kebaikanya langsung di depan anak-anaknya, sangat jarang dengan ucapan.

Kejadian itu menjadi pesan tersirat yang disampaikan orang tuaku karena beliau tahu bahwa tidak ada suatu kesalahan yang disengaja, membalas dengan keburukan adalah tindakan yang sia-sia bahkan akan menimbulkan perkara baru. Membalas kesalahan dengan kebaikan adalah tindakan mulia, menemukan solusi dari suatu masalah adalah kebijaksanaan.

“balaslah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik”

Q.S. Al-Mu’minun : 96

Posted in Cerita Islami, Uncategorized

Jodoh

Sekitar Awal puasa 2016 beberapa bulan lalu saya dikunjungi tamu special, sahabatku dari Balikpapan keturanan orang bugis yang dulu sempat sepondok pesantren denganku di Balikpapan namun sekarang Alhamdulillah dia melanjutkan estafet pendidikan agama di sebuah pesantren tingkat universitas di Jakarta.

 “ Helmi Kamu di Jogja yah”

“ Ini siapa”

“ Masyallah, ane lupa ngabarin ini ane Ahmad Tamin Amir” jawabnya

“Masyallah, kaifa khaluk akhi,? tannyaku menggunakan bahasa arab yang artiny apa kabar

“Alhamdulillah bi khair, antum?”tanyanya

“aidhan akhi, ane di jogja ni dikontrakan di dekat kampus 3 UAD”

“Ane di Asrama Kaltim, jemput ane yah”

“siap akhi..” jabku penuh akrab

Setalah ngobrol sana sini, mulai dari pengalaman dia. dia menceritakan pengalaman SMAnya dulu di pondok asyifa yang terkenla bahasanya, kebetulan dulu waktu SMP Cuma 1 tahun bareng saya waktu kelas 3 di SMP Almujahidin Balikpapan. setelah tamat di pondok Aliyah/SMA Asifa Balikpapan dia berusaha untuk melanjutkan pendidikan ke Al-Azhar yang kebetulan ketat untuk mendapatkan beasiswa. Dua kali dia mencoba namun gagal akhirnya ditahun kedua dia mencoba pasrah lanjud pondok setingkat dengan universitas di Jakarta, insyallah berkah.

Dalam kamar kecil ini ukuran (2.5×3)m, kami berbincang mulai dari muamalah. fiqih, bisnis yang baru saya bangun tentang konveksi dan stik kentang sampai urusan jodoh. Banyak sekali hadits yang dia keluarkan dalam mulutnya hampir disetiap perbincangan kami, saya merasa malu. Saya sadar bahwa ilmu yang saya dalami selama 6 tahun terbuang percuma jika tidak di murojaah atau pelajarin kembali.

“ gimana dengan bisnismu mi” tanyana

“Alhamdulillah seperti yang kamu lihat pasang surut kaya air laut, hhehe”

“ selalu berusahan mi pasti sukses kok”

“Insyallah aamiin allahumma aamiin, oia akhi ane mau nanya tantang jodoh nih. Didalam surrat Annur:26 kan Allah menjelaskan bahwa laki laki baik dengan perempuan  baik dan laki laki jahat dengan perempuan jahat, kurang lebih seperti itu kan?

“iya, betul. Terus apa yang kamu ingin tanyakan”?

“nah ane pernah liat ni, ada laki laki jahat pasanganya dengan perempuan baik dan sebaliknya, menurut antum gimana?

“hmm kamu percaya sama apa yang kamu liat atau percaya sama apa yang di katan Allah dalam Alqur’an. Boleh jadi mereka sama sama berusaha untuk menjadi lebih baik. Atau laki lakinya dari yang jahat boleh jadi beberapa waktu lagi dia terus berusaha untuk menjadi lebih baik untuk yang terbaik buat istrinya”

“Masyallah. Syukron akh”

“Iya, afwan”.

_____________________________________________________________________

“Percayalah pada apa yang kamu yakini bukan mempercayai pada apa yang kamu lihat, karena penglihatan hanyalah fana”

_____________________________________________________________________

jodohku.PNG

Posted in Cerita Islami, Motivation

Jangan remehkan sedekahmu karena Allah akan menggatikannya dengan 700 kali lipat

Hari ini (25 Mei 2016) kami berempat akan berangkat ke salah satu tempat yang sangat familiar di Yogyakarta letaknya di Jawa Tengah dan menjadi salah satu dari ketujuh keajaiban dunia, Candi Brobudur. Awalnya kami akan berangkat pagi-pagi sekitar jam 7 namun karena masih ada kerjaan yang belum selesai akhirnya kami berangkat jam 10 pagi. Liburan ini sebenarnya ingin menghibur hati adik (Moh. Juanda) yang baru saja saya jemput dari bandung, disana dia sekolah pesantren dan akhirnya melanjutkan estafet pendidikan ke jenjang SMA atau Aliyah di pasatren ali maksum, kerayak Yogyakarta. M Dwi Kusnadi yang biasa disapa mamat adalah adik sepupu saya yang berambisi ingin kuliah di Yogyakarta namun keterima SNMPTN di Palu akhirnya dia kembali kepalu dan sisa waktunya di jogja dia gunakan untuk jalan jalan di Kota Istimewa ini, dan Raivan adalah teman baik saya di bangku kuliah.

Perjalanan dari kota Yogyakarta sampai di candir brobudur memakan waktu + 1,5 jam. candi brobudur ini tidak pernah sepi akan pengunjung baik pengunjung local  ataupun pengunjung interlokal.

Apalah gunanya liburan tanpan mengabadikanya, foto adalah salah satu dokumentasi kehidupan yang bisa kita kenang, akhirnya sebelum kami memasuki tangga candi kami mengambil view yang berada didepan candi dan semua badan candi tampak jelas dari sini, setelah puas dengan beberapa pose akhirnya kami menaikinya. Mengabadikan foto disetiap sudut candi adalah kepuasan pribadi yang hanya bisa dirasakan oleh diri sendiri.

Ada tiga yang sering kita jumpai di sekitaran tempat wisata yang pertama adalah tempat wisata itu sendiri, kedua adalah para pedagang dan yang ketiga adalah pengemis.  pedagang makanan atau minuman mereka memanfaatkan moment tersebut dan tentu juga para pengemis agar mendatkan pendpatan yang lebih tentulah di tempat yang ramai, bukan menghina para pengemis namun disnilah kita belajar bagaimana melihat peluang berjualan hehehe.. setalah shalat zuhur akhirnya kami sepakat untuk mencari makan yang murah, tentu saja mencari makanan yang murah ditempat wisata adalah salah satu hal mustahil. Mondar mandir cari temapat makan yang murah dan enak -konsumen banget- kami melihat nene nene yang sangat tua, badanya membungkuk jalanya sudah tak kuat dan tanganya menjulur terbuka kedepan. Apakah keluarganya sudah tiada, dimana anak dan cucu-cucunya dengan meilihat isi dompet yang tipis dan pas-pasan untuk makan akhirnya aku mengeluarkan selembar uang pahlawan antasari, setelah memberikanya dia melontarkan bermacam macam rasa syukur dan doa. Sepertinya memang nene tua itu kesepian dan tak punya apa apa akhirnya jalan itulah yang ia gunakan untuk mencari kebutuhan untuk perutnya. Sementara adik dan temanku juga menemui pengemis yang lain.

Ternyata ada juga tempat makan yang murah Cuma 8rb, setelah memesan makan beberapa menit kemudian pesanan datang ternyata memang sesuai dengan harganya, bagi kami tidak masalah karena nanti juga dirumah akan makan lagi.

Akhirnya kami menuju parkiran dan pulang kembali ke kosan, selama di perjalanan saya menanyakan suka dukanya ketika dia (adik kandung saya) di pesantren lamanya,bandung.

“BRAKKKKK”,  suara motor jatuh.

Motorku ada dibelakangku sedangkan adiku ada didepanku, kami sama sama berada diatas trotoar jalan atau pembatas jalan. kakiku berada disebrang jalan kiri dan kepalaku berda diseberang jalan kanan sedangkan perutku diatas pembatas jalan tersebut,  posisi adikku  hampir sama sepertiku, luka di sikunya membuatnya kesakitan namun dia mencoba menahanya. saya  dan adik saya tidak kuat berdiri akhirnya kami ditolong oleh warga setempat (jalan magelang,Yogyakarta) diberikan betadin, kapas, kue dan air mineral. Saya sangat bersyukur untuk kami tidak jatuh ke kiri atau keterusan sampai melewati pembatas jalan. Sambil melihat adik saya di samping kiri yang sedang memegang sikunya.

“nggak apa-apa de” tanyku polos

“iya ka nggak apa-apa” jawabnya singkat dan tersebyum.

“ De coba saja ka kita tadi tidak sedeqah mungkin lebih parah dari ini, doa dari nenek tadi itulah salah satu yang kita selamat, mungkin klo kita tidak sedekah kaki ka helmi ke lindas mobil kepala ka helmi ke tabrak. pernah baca (QS Al Baqarah:261) bahwa Allah akan menggati sedeqah Hambanya dengan 700 kali lipat mungkin ini lebih dari 700 kali lipat de” Ajarku ke dia agar selalu dekat dengan Allah, bahwa pentingnya sedeqah dan mengambil hikmah dari setiap kejadian bukankah Allah juga berfirman didalam (QS Attaubah : 40) “ jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita” akhirnya kami pergi ke kosan dengan rasa sakit yang kami ada. karena muntah darah ketika hendak mau shalat magrib di dalam kosku terpaksa saya dilarikan  kerumah sakit HidayahTullah oleh Sahabatku (Raivan) dan Sepupuku (mamat) , sementara adikku menahan tangisnya karena melihat darah yang cukup banyak kumuntahkan, .  Don’t worry brother im fine and keep happiness Insyallah Allah will be together with US. Alhamdulillah kata setelah di ronsen kata dokter tidak apa-apa pusing dan muntah yang saya rasakan cuma karena kebentur ringan dikepala dan di perut walau sempat diprediksi geger otak kecil hahhaha…

sedekah.PNG

Posted in Cerita Islami, Motivation, Uncategorized

Mimpiku Membuat Orang Tuaku Menangis

Waktu sudah menunjukan 10.30 WIT, matahari sudah mulai meninggi dan panaspun semakin terik. Telah nampak benda putih dari tengah laut nun jauh disana walau masih kurang jelas karena terhalang oleh ribuan penumpang, pohon dan tembok-tembok yang tinggi, belum lagi tinggi saya hanya 155cm saya hanya bisa melihat disela-sela ketiak orang dewasa atau diatas bahu mereka, kedatangan benda itu membuat para penumpang kegirangan seperti Justin beber jumpa fands  sementara saya terjepit diantara mereka.  saya semakin yakin bahwa itulah kapal yang akan saya tumpangi pergi merantau ke pulau sebrang, Balikpapan.

 “ayoo nak cepat, nanti kita ketinggalan ABK Kapal” seru bapak saya  dengan menggenggam erat tangan saya melewati jembatan pelabuhan pantoloan sambil berlari kecil mengejar ABK kapal (buruh kapal). Kebetulan kali ini barang hasil panen dikampung beberpa dibawa ke Balikpapan ketempat adik bapak saya, beras 4 karung, pisang ambon 2 tundun (pisang yang masih utuh dari pohonnya), durian 1 kardus, dan rambutan 1 kardus. Wajar saja bapak saya khawatir karena saya hanya naik kelas ekonomi yang belum pasti dapat tempat tidur ditambah banyak peristiwa ABK yang sering membawa kabur barang bawaanya, tapi apa mau dikata bapak saya buka supermen yang bisa membawa barang segitu banyaknya dan sudah menjadi hal biasa terkadang bapak saya keliling kapal dari dek(lantai) 1-6, untuk mencari tempat tidur untuk anaknya tercinta ini. Tempat tidur tidak menjadi masalah karena perjalanan hanya 12 jam antara pelabuhan pantoloan(palu)-pelabuhan semayang (Balikpapan).

“tidak usah pak kalo tidak ketemu, disni juga bisa tidur kok” saya kasihan melihat bapak saya yang mondar-mandir mencari tempat tidur belum lagi yang melihat umurnya sudah menua, rambutnya dipenuhi dengan uban dan keringat membasahi wajahnya. Yah saya sudah terbiasa merantau sejak lulus SD jadi dimanapun tempat saya tidur its okey.

“tidak apa-apa disni” tanyanya dengan penuh rasa khwatir “tidak apa-apa pa”jawab saya dengan senyuman termanis. Yah namanya arus balik dari mudik pasti banyak yang pulang otomatis kapal penuh, kebetulan saya didepan ruang informasi 5, tempat pengumuman jika ada sesuatu yang diumumkan seperti pemeriksaan tiket dll.

“TUUTT TUUTT TUTT” bunyi kapal sebanyak 3 kali dan waktu sudah menunjukan pukuln 13.00 WIT pertanda kapal sudah mau berangakat dan diiringin pemberitahuan di ruang informasi. Segera saya mengambil tanganya dan mencium pipi kanan dan kirinya, sebelum dia berangkat dia mencari petugas yang menyediakan tempat penitipan barang dan membayar sebesar 50rb hampir setengah dari harga tiketku, dia bergegas melewati pintu keluar dan menoleh kebelakang melihatku sambil tersenyum yah itulah bapaku selalu memberikan senyuman di setiap akhir pertemunya.

Setalah menjamak shalat zuhur dan ashar dimushala kapal lantai 7, saya menikmati indanya lautan Indonesia, lautan yang sangat biru, angin laut yang kencang membuatku agak sulit berjalan kedepan, saya berkeliling lantai 7 yang terbuka luas. Layaknya seperti kapal titanic hanya saja mereka berduaan di ujung kapal namun saya hanya sendiri ditemani sarung hitam pemberian kaka yang saya kibarkan layaknya bendera merah putih. Pantulan sinar matahari disore hari membuat laut menjadi merah kekuningan, saya menikmati tenggelamnya matahari di ujung barat sana, harapan saya ikan lumba-lumba juga muncul dipermukaan laut saat sore hari bukan hanya di pagi hari.  Setiap kali saya naik kapal yang saya lihat mereka selalu muncul dipagi hari sekitar jam 6-7 pagi saling berlumba-lumba dan ditemani oleh sahabat kecilnya, ikan terbang. Semua dinding kapal lantai 7 akan dipenuhi manusia untuk melihat atraksi alami ikan lumba-lumba tanpa intruksi apapun dan dari siapapun layaknya yang ada disirkus atau ancol.

Azan telah berkumandang dan shalat magrib akan segera dimulai biasanya dikapal magrib langsung di jamak dengan isya, tapi ketika waktu isya tiba tetap ada azan dan masih banyak juga penumpang yang menjamak takhir.

Saya kembali ketempat awal saya (dpn ruang informasi 5) dan mengambil jatah makan malam saya, antrian lumayan panjang. Saya membawa makanan saya kelantai 7 karena udaranya lebih alami dan segar, sambil ditemani kopi hangat yang kebetulan saya beli dicafe kapal. Sektitar jam 21.-WIT saya kembali ke mushala  mendengan ceramah dari organisasi jamaah tablik.—Terkadang saya mendapati jamaah ini di kapal setiap tahunya.— selesai tepat pukul 22.00 WIT pembahasnya tentang shalat berjmaah dengan pembawaan yang sangat membara oleh penceramah.

“TTuuutttttttt”—”kurang lebih 3 jam lagi kapal akan sandar  di pelabuhan semyang Balikpapan” bunyi kapal dan pemberitahuan Informasi, sementara saya masih santai di mushalah kapal sambil bermain salah satu game di hp saya.

“dek bangun shalat subuh” ajak salah satu rombongan jamaah tabliq. Sekejap saya bangun. “iya pak, pak kapal sudah sandar?”jawab saya penuh kaget. “belum dek”balas beliau. Dalam hati saya Alhamdulillah, tapi sejenak saya berfikir mana mungkin lebih dari 12 jam dari PALU ke BPP. “sudah sandar dibalikpapan” tambah saya dengan penuh penasaran dan harapan bahwa saya tidak ketinggalan kapal. “sudah dik, tadi jam 1 pagi tadi berangkat” jelasnya, “masyallah pak saya keterusan” Balas saya kaget sambil merogoh-rogoh kantong belakang saya “lah dompet saya mana, dompet saya hilang pak, tapi Alhamdulillah HP saya masih ada” kaget dan syukur saya lontarkan. Ternyata hp saya masih ada dengan 26 sms belum dibaca, 16 panggilan tak terjawab semuanya dari keluarga dan bapak saya. “yaudah dik setelah shalat subuh kita cari” ajak dia agar tak tertinggal shalat jamaah dan merasa tidak terjadi apa-apa.

“gimana dik, ada yang perlu saya bantu” dia membuka pembicaraan duluan setalah shalat dan mencari dompet saya disekitaran mushalah.

“saya ketiduran pak, saya dari palu ke Balikpapan rencana senin besok mau sekolah di salah satu pesantren Balikpapan” dalam hati saya senang mungkin ini menjadi salah satu kisah menarik ketika saya sudah berkeluarga dan menceritakan dengan anak/cucu nanti, yang saya khawatirkan yaitu tiket kapal saya tidak mempunyai tiket kapal menuju Balikpapan ke pare-pare atau makasar bahkan kesurabaya, karena rute kapal ini menuju ketiga tempat tersebut.

“ masyallah, subhallah dik. Kejadian yang kamu alami sama seperti yang dialami anak saya. Anak saya sekolah disalah satu pesantren Jakarta, waktu itu jadawalnya  dia pulang, saya belum kirim duit tapi tiket pesawat sudah di ditanganya, saya telephone seharian full hpnya mati, saya sangat khawatir karena tidak ada keluarga disana sama sekali, tiba-tiba dia nelphone Alhamdulillah sudah dibandara dan dia ditolong sama orang toil-toli (salah satu kecamatan di Sulawesi tengah) dia naik taxinya dan digeratisin. Mungkin kamu adalah titipan Allah agar saya menolongmu, tunggu sebentar yah”

Dia memanggil salah satu ABK yang kebetulan seorang jamaah tabliq yang bekerja di ABK. Dia menceritakan kronologiku dari awal sampai akhir sesuai yang saya ceritakan.

“insyallah tidak apa-apa, karena dia tidak mempunyai tiket dia masukin dikamar pak ustad aja.” Jelas ABK. Kebetulan pak ustad yang nolong saya (saya lupa namanya) dia pesan di kelas 1, tapi dia sama istrinya.

            Setelah konsultasi sama ABK akhirnya kami pergi ke kelas. Jadi dikapal ada yang kelas ekonomi ada yang pesan kamar, semakin mahal tiketnya semakin bagus kamarnya.

“tunggu sebentar yah dik” ujuar pak ustad. Dia masuk kamar terlebih dahulu karena ada istrinya didalam setelah beberapa menit saya disuruh masuk. Panjang lebar kami bercerita dimulai dari Tanya jawab dan akhirnya saya menjelaskan tentang diri saya begitu juga dengan  mereka, istrinya seorang dokter umum dan pak ustad sendiri seorang guru dimakasar.

saya membaca semua isi pesan yang belum terbuka, banyak isi pesan  yang menanyakan diri saya beradimana, dan banyak juga yang menyuruh saya untuk turun pare-pare, makasar, bahkan Surabaya. Tapi saya salut sama isi pesan bapak saya “nak kalau sudah bangun dan jaringan sudah ada sms/telphan bapak yah” sepertinya dia mengetahui kenapa saya keterusan. Tepat jam 7 pagi ada pemeriksaan tiket dan 30 menit sebelumnya tentu ada pemberitahuan terlebih dahulu sementara saya takut dan beridiam diri dikamar. “Pak saya tidak punya tiket tidak apa-apa kah?” Tanya saya dengan nada khawatir,”iya kalau dalam kelas tidak ada pemeriksaan tiket” jawabnya dnegan santai. Wajar saja saya belum pernah masuk kelas inipun baru pertama kalinya saya tidur dalam kelas 1. Setelah pemeriksaan tiket kurang lebih 1 jam, saya mencoba untuk keluar melawan ketakutan.

“loh kamu masih disini haha, tadi malam tantemu dan teman saya baku marah, kata tantemu ini barang keponakannya dan keponakan saya dimana? Dan saya tidak akan membiarkan barang ini pindah tangan keorang lain sebelum ada pemiliknya.  disni sampai rame akhirnya yang bisa dibawa tantemu cuma kopermu” ujar orang yang dititpkan barang bapak saya, saya merasa canggung dan senyum ketika mendengar kabar itu dan menjawab pertanyaanya sesuai apa yang saya alami, yah tante memang sangat sayang dengan keponakan-keponakanya termaksud saya, dia akan membela keluarga. Orangnya tegas, murah senyum, baik, pokoknya is the best lah, miss you tante nurhayati dan om aziz, keluarga Balikpapan.

Kurang lebih jam 8 pagi “assalamualikm helmi, kamu baik-baik aja nak, ini tante kamu dimana sekarang?”, tanyanya penuh khawatir. “di kapal tante, saya ditolong ustad” jawabku. Tiba-tiba suaranya terputus ternyata jaringan tidak ada. Mungkin beberapa menit sekali mereka mencoba menelphonku, mungkin juga bapaku terus menelphoneku tapi kalau mama tidak mungkin dia bisa menephone karena dia tidak punya hp dan tinggal dikampung . Semantara saya masih membayangkan kok bisa saya keterusan, mungkin ini jawaban dari doaku dulu yang ingin berkeliling Indonesia dan dunia.

Alhamdulillah hpku kembali bordering, “helmi kamu jangan percaya sama ustad itu, pembohong itu. Kamu tidak liat berita sekarang banyak pencucian otak, pengambilan organ tubuh” perintah om hasbiku(orang makasar yang tak pernah kuliat mukanya) dan signal kembali putus. Yah akhir-akhir ini banyak berita di TV tentang pencucian otak. Mendengar berita telephone tadi pikiran positive tengtang ustad berubah 1800 menjadi negative. Saya kembali mengingat film-film jacky chan ketika dia berkelahi, saya juga membayangkan ketia ustad nanti mencoba untuk menangkapku, saya akan memutar kesamping melewati besi tangga yang ada disampingku langsung naik ketas dan menendangnya.

“kepada saudara helmi nasir, berciri-ciri rambut pirang, tinggi 160cm, pakai jas hitam, harap segera ke ruang informasi 4” tiba-tiba khayalanku terpecah dengan informasi tersebut, yah ada dua tempat untuk pengumuman di dek 4 dan dek 5. Saya menuju kamar pak ustad walau sedikit ragu tapi tidak sopan rasanya tidak pamit. Ternyata di ruang infromasi 5 tidak ada orang dan saya mencoba ke mushala untuk melaksanakan shalat jamak dzuhur dan ashar. Sekitar jam 1 siang saya kembali ke kamar pak ustad kurang lebih 15 menit kamar di ketok ternyata ABK yang menolong saya “Helmi sebentar lagi ada beberapa orang kesni, kamu benar keterusan kan dan dompetmu hilangkan, ini duit 50rb buat jajan yah” perintahnya dengan nafas terengah-engah. “saya juga takut soalnya tidak lapor ke Kapten jadi begini akhirnya, tapi insyallah tidak apa-apa tad” tambahnya dengan mengarahkan pembicaraan ke ustad, ustad hanya diam dan membalas dengan senyumannya yang khas. Yah seperti katanya ABK tadi ada 2 orang temannya yang sangat besar badanya menjemput saya. “kamu namanya helmi?” tanyanya tegas, “ia pak” jawab saya gugup. “Ayo ikut!” perintahnya dengan tegas. Saya serasa diapit oleh dua raksasa dan selama diperjalanan hampir semua penumpang kelas ekomoni memandangku, yah anggap saja seorang bos lagi dikawal oleh bodygoardnya, hibur saya dalam hati.

“mi kalau kamu nanti ditanya macem-macem jawab sejujur-jujurnya yah, dan uang tadi bilang aja dari saya, insyallah tidak terjadi apa-apa” ABK kapal yang menolong saya mnecoba untuk menenangkan saya dan tentu untuk dirinya juga dirung makan kelas 1

“pak saya punya beras, da nada beberapa buah-buahan dibawah dijual aja buat bayar tiket pak, tadi bapak saya telephone saya katanya dijual aja untuk tiket” jawab saya mencoba untuk mencari solusi.

“tidak usah mi” balasnya.

Tiba-tiba dinding terbuka ternyata itu tempat rahasia saya sendiri tidak menyadari itu ada pintu, saya dipanggil masuk pintu itu oleh dua ABK raksasa tadi, sementara ABK yang menolong saya kelihatanya diam dan berdoa. Saya menuruni anak tangga dan belakang saya di dorong-dorong oleh ABK yang ada dibelakang saya. Saya merasa tambah takut dan khatir saya takut disiksa seprti yang ada difilm-filem walau saya pakai jurus alat brusli, jekli bahkan jeky chan sekalipun itu tidak akan berguna sebab tangganya kecil dan mungkin ini Cuma satu pintu masuk dan keluar, dalam hati saya ini mungkin tempat mengintrogasi orang-orang jahat yang ada dikapal. Sampai di depan pintu yang terbuka saya melihat 4 orang memakai baju putih layaknya seorang Kapten lengkap dengan seragamnya, dua orang ditengah duduk sikursi sementara dua yang lainya berdiri dan dua ABK tadi dibelakang saya, rasanya saya mau lari tapi entah mau lari kemana. Tapi bukan helmi nasir namanya jika tidak berani mengahadpin masalah, hibur saya dalam hati memeberanikan diri. “KAMU HELMI NASIR” Tanya salah satu dari mereka yang duduk dengan tegas, mungkin kaptenya. “iya pak” jawab saya aga sedikit gemetar, saya mencoba untuk menghilangkan gerogi. “TIKET KAMU MANA” tanyanya lagi dengan nada tambah tegas. Saya terus menghilangi rasa takut yang ada. “tidak ada pak, saya keterusan sebenarnya saya tururn  di Balikpapan tapi saya ketiduran dimushalah” saya mencoba mneceritakan pangjang lebar aga rasa gerogi dan takut hilang dan ingin rasanya berguyon namun ternyata sulit. “saya sudah tahu semuanya, bapakmu melapor di pelni P alu dan tantemu malapor ke pelni Balikpapan, yaudah ga usah takut disini kamu dilindungin kalau ada yang ganggu kamu lapor ke kami., karena kamu tanggung jawab kami, jangan sampai ketiduran lagi yahh.”balasnya dengan senyuman. Huuhh akhirnya Cuma gertakan saja,  ingin rasanya saya melapor ABK dia yang mendorng di anak tangga tadi, tapi saya juga tidak berani. “sudah makan?” Tanya kapten tadi. “sudah pak” jawab saya. “makan lagi makan di kelas 1 tadi di ambil aja sesukamu, biar gede badanya ” balasnya dengan candaan dan dengan penuh tawaran. Alhamdulillah legah rasanya seya segera melaporkanya ke ABK yang nolong saya dan ustad tadi, namun pikiran negative mengenai ustad tersebut tetap ada.

“helmi kamu sdh dimana” Tanya om hasbi dengan nada khawatir lewat telphone

“ini sudah sandar di makasar  om” jawabku

“kamu langsun turun dari kapal tinggalkan ustad itu, pas didepan pelabuhan ada kantor polisi kamu tunggu disana nanti ada keponakan om yang jemput” perintahnya. yang jemput saya keponakanya sementara saya belum pernah liat dia apalagi om hasbi.

Saya mencoba mematikan telephone sambil menuruni anak tangga saya pamit dnegan ustad. “ustad saya pulang sendiri saja, nanti ada keponakan om saya yang jemput, dan terimkaksih sudah menolong saya”. “jangan kamu adalah tanggung jawab saya, selama belum ketemu keluargamu saya belum bisa melepasmu” tegasnya dengan penuh tanggung jawab.

Tiba di depan gerbang, ustad langsung mencari taxi dan istrinya sudah masuk taxi karena beliau tidak enak badan, sementara saya masih sibuk mencari keponakan om saya yang belum pernah saya lihat. Sambil menelphone om hasbi dan keponakanya saya menoleh-noleh berusaha mencari orang yang mengangkat telephone namun saya tidak mendapatinya, saya dan ustad beridiri di dibawah papan iklan yang paling besar depan pelabuhan agar gampang dicari dan memberi tahu keponakanya bahwa saya dan ustad berdara disitu namun belum juga bertemu, sementara ini sudah larut malam sektar jam 1 pagi, dua jam beruhasa mencari orang yang belum pernah ketemu sepetinya sia-sia. Saya merasa canggung soalnya istrinya sdh lama menunggu di dalam taxi. Saya melihat ada anak muda yang bertanya-tanya dan kebetulan dia bertanya dengan ABK yang dititipin beras oleh bapak saya yang mengambil waktu beberpa jam dari waktu sandar kapal untuk menikamti makan diluar. ABK tadi berusaha menoleh-noleh dan menunjuk kearah saya jarak antar saya dengan dia kurang lebih 20 m, kemudia anak muda itu berusaha mendekati saya “helmi yah?” tanyanya, “iye” jawab saya dengan logat Sulawesi. Dia langung menarik semntara ustad tadi kaget dan saya bilang ini adalah keluarga saya, padahal saya belum pernah ketemu dia, modal yakin saja. Belum sempat saya pamit lagi ke ustad, tangan saya dipegang erat dan dibawa ketas motor. “kamu ga diapa-apain uatad tadi kan, kalo diapa-apain kita balik”. Saya ketawa dalam hati, mungkin dia juga khawatir karena banyak kejadian-kajdian pencucian otak yang berkedok ustad.

Setalah sarapan dirumah adeknya om hasbi dan kebetulan pagi tadi om hasbi dating dari palu dia menceritakan bahwa bapakku tidak bisa tidur selama dua hari karena saya, tengah malam dia terus berdiam diri diatas sajadah. Pagi tadi juga seblum om hasbi datang  mama saya nellphone bahwa bapak saya setelah shalat malam  menangis ketika malam itu saya dikira hilang. Tante saya bertengkar dengan polisi karena ingin mempublish berita kehilangan sementara baru dikatan hilang setalah 24 jam, kata tante saya 1 jam saja mungkin keponakan saya sudah dimutilasi coba kaya tentara langsung di eksekusi, memang adik bapak saya ini orangnya berani banget dan baik banget, jadi kangen. Semuanya tertawa ketika mendengar kejadian-kejadian hanya untuk menong saya . love semunya keluargaku, terimakasih pak ustad, terimkasih ABK, terimkasih Kapten KAPAL dan terimkasih yang sudah membuat saya takut di tangga menuju ruang isolas. semoga Allah akan membalas semua kebaikan kalian.

the_tears.jpe

True Story :

Helmi Nasir

cerita anak rantau

visi misi dunia akhirat

doakan semoga akhir tahun 2016 novel saya selesai dan terjual habis menjadi best seller

Posted in Cerita Islami, Motivation, Uncategorized

berkahnya sebuah mimpi

364875

 

“ma shalat tahajud yuk” bisik sang suami ditelinga istirinya sambil mencium keningnya ..

“hhmm iya yahh” jawanya penuh manja.

“yuk langsung ambil air wudhu mah” sambil menarik tangan istrinya bangun dari tempat tidur.

Kebetulan didalam rumah mereka ada mushalah mungil sebagai tempat mereka mengerjakan shalat shunnah ataupun wajib, mengisi waktu-wuktu luang dengan ibadah-ibadah lainya.

selesai shalat mereka melanjutkanya dengan membaca qur’an bersama..

Gubrakkk…..

“huaa yaaah maaaa, hiks hiks… “ suara rerikan dan tangisan terseduh-seduh. Spontanitas kedua orang tua furqan menuju sumber suara..

“hahah kenapa nagis nak?”tanya ayahnya sambil penasaran.

“siapa yang nangis yah. Furqan Cuma mimpi aja kok jatuh dari ranjang ni”, jelas si furqan yang tak mau dilihat cengeng oleh kedua orang tuanya sambil mengelap air matanya dan menunjuk ranjangnya. tentulah setelah kejadian itu mata furqan mellek kembali tanpa mengantuk sedikitpun. Mungkin seperti yang kita alami ketika jatuh dari ranjang serasa jatuh dari jurang yang sangat terjal dan dalam, begitulah yang furqan alamin.

“Allahuakbar Allahuakbar..”kumandangan suara azan …

“ma, yaah.. furqan shalat dirumah aja yah..” pinta furqan dengan malas

“etzz sudah mulai malas nih, klo shalatnya ga dimasjid papa dan mama ga bawa liburan minggu ini nih” ancam sang ayah dengan memberikan tawaran

“wah mama ikut liburan kah, sudah ga sakit lagi kah ma?”tanya si furqan

“he’eem” jawab sang ibu singkat sambil mengangguk

“he’em apaan ma? Itu bukan jawaban iya atau tidak nih?” tanya furqan lagi dengan penuh penasaran

“iya sayangku”jawabnya manja sambil membelai kepala anaknya.

“asikkkkkkkk…. ayoo yah kemasjid katanya tadi mau ngajak furqan kemasjid kok diam aja hihih” ajak si furqan sambil menutup mulutnya

“hahha kamu ni, ayookk!.. lomba lari ya , sampai gerbang masjid? Yang kalah cuci piring?” ajak sang bapak dengan penawaran perlombaan

“setuju, ayo furqan kamu pasti bisa” potong sang istri sekaligus ibu yang menjadi bidadari untuk mereka berdua.

“demi ibuku tercinta apapun aku akan lakukan. Ayo yah, tapi furqan gendong didepan heheh!” ada aja ide anak ini untuk mengalahkan bapaknya

Agar tidak terlambat  shalat subuhnya, sang ayah berlari kecil sambil menggendong anaknya kurang lebih dua meter dari gerbang ayahnya langsung balik belakang dan berjalan mundur…

“nahh sekrang ayah yang menang, hahha” jelas ayahnya

“wah ayah curung nih” timpal si furqan

“etzz sejak kapan ayah curang apalagi sama anaknya” jawab sang ayah

“sejak sekrang” balas furqan

“tidak ada peraturan, kan. Sekrang  wudhu!” ajak ayahnya

“kalo gitu furqan pulang aja yah”

“anaknya ayah tidak pernah berbohong apalagi tidak menepati janji, anaknya ayah adalah pemimpin ummat islam yang meniru gaya Rasulullah” jelas sang ayah dengan nada aga tinggi sambil ambil air wudhu.

“hahha canda kok yah, kita kan bestfriend” jawab furqan dengan menyenggol pinggang  ayahnya dengan pingganya sendiri sambil mau ambil wudhu.

Allahukabaar-allahuakbar, asyhadualla ilaha illallah…… lantunan iqamah menandakan shalat segera dimulai..

“assalamualikum warahmatullah” salam imam sambil menoleh kekiri menandakan shalat telah berakhir. Sama halnya dengan shalat subuh dibeberapa tempat, kampung ini juga sedikit  jamaahnya. Memang sulit untuk bangun subuh padahal itu merupakan pahala terbesar bagi ummatnya.

“nak kamu tahu ada yang lebih baik dari bumi dan seisinya, kalo kamu melaksanaknya secara berturut-turut apapun yang kamu pinta akan lebih cepat dikabulkan Allah SWT”

“apa yah?”tanya furqan pensaran

“shalat sunnah qabliyah subuh nak”

“hhmm susah yah, kadang bangun shalat subuh aja kesiangan”

“ada beberapa ilmu yang harus kamu peraktekan untuk membiasaakan sesuatu, pertama paksa dirimu melakukanya walau dalam keadaan terpaksa insyallah nanti akan terbiasa, ingat firman Allah SWT QS. At-Taubah:41: berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihatlah kamu dengan harta dan dirimu dijalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”jelas sang ayah panjang lebar agar anaknya benar-benar menjadi anak yang soleh pemimpin ummat dan bermanfaat untuk orang banyak.

“insyallah ya yahh, kayaknya mama sudah nunggu nyetor hapalan dirumah yah, kebetulan furqan juga sudah hafal yah, hebat kan heheh…” jawab furqan sambil menarik tangan ayahanya keluar dari masjid dan pulang kerumah.

#Furqan2