Posted in Cerita Islami, Motivation, Uncategorized

Gemma

Gemma

Dia kecil dan energik , sopan dan satun, lucu dan ngangenin Muhammad Furqan namanya, saat ini dia ingin sekali naik gunung.maka dia ajaklah bapaknya sambil merayu dengan kekhasannya. “lagipula bukanya moment terbaik buat dia melihat keindahan alam Allah” pikir bapaknya.

keesokan harinya berangkatlah mereka, “selamat berangkat sayangku” kata sang ibu sambil mencipim pipi kiri dan kanan kedua lelaki kesayanganya dan tentulah si anak salim ke ibu dan ibu/istri salim ke suaminyanya..

selama perjalan sang anak senyum-senyum sendiri membanyangkan betapa indahnya ada di atas gunung merasa bahwa sayalah yang paling tinggi dan merasa ada di istana, melihat masyarakatku dari ketinggian, yah namanya juga anak-anak pikiran mereka penuh dengan imajinasi…

“ayo… kita sudah sampai, sekarang kita beli tiket dulu yah nak” pinta sang ayah. “ yukk pah” jawab sang anak kegirangan.

Setalah beli tiket si furqan langsung lari kegirangan menuju gerbang pertama, si ayah kaget dan khawatir si anak jatuh kejurang, wajar saja ini bukan perkebunan tapi  ini pergunungan.

Dikaki gunung si furqan merasa senang sekali akhirnya dia melihat rumah-rumah yang kecil layaknya permainanya dirumah dan sambil membayangin bahwa ini adalah kerjaanya. Namun bukan furqan namanya kalo tidak lincah.

“pah ayoo aga cepat jalanya klo seperti in terus kapan sampai puncaknya, fuqan mau liat rakya furqan dari menara paling tertinggi, kan fuqan rajanya”, ajak sang anak penuh paksa..

“ayookk ayah siap mengantarkan pangeran sampai singgah sananya”, balas sang ayah penuh semangat,,

Sambil berlari kecil melewati ranting dan kayu yang menghalangi mereka sembari melihat keindahn alam Allah semakin indah akhirnya si anak berumur 9 tahun itu kewalahan juga dan kecapean..

“yahh berhenti yah furqan capek, furqan ga kuat yuk kitu pulang yah” keluh sang anak.

Namanya juga anaka-anak berambisi namun ketika capek mereka kelelahan..

‘ayookk..!” ajak sang ayah sambil memegang tangan sang anak..

“AYAHH FURQAN CAPEK, …. CAPEK.. CAPEK……” teriak sang anak diiringi pantulan suara (gemma)

“SIAPA DISANA, SANA SANA…….” penasaran dengan suara peantulan tadi.

“ayok ayah gendong karena sang pemimpin tak kenal lelah” ajak sang ayah agar anaknya sampai tujuan…

“klo gtu furqan ga mau di gendong yah, furqan ga lelah, Cuma sedikit capek, hehehhe” inilah si furqan penuh dengan candaan dan semangat..

“beneran nih ga mau, okeh deh klo gtu, ayah tinggal yah ayah”…

“ya… tinggalin saja, kita liat siapa yang duluan sapai di puncak, berani yah?”

“berani dong, ayo.. satu dua tiga” ajak sang ayah sambil mengaba-aba..

“sini.” Ajak sang ayahnya sambil menarik tanganya dan menggendongnya, dia tahu bahwa ankanya kecapean candaan tadi hanya untuk membangkitan semangat anaknya..

“hahha ajudan yang baik” candan sang anak kepada bapaknya dia merasa adalah pangeran yang harus dijaga.

……………………………………………………………………………………………………………………………………

“yah ini sudah subuh yah bangun-bangun” ajak sang anak membangunkan ayahnya didalam tenda kebetualan ayahnya capek dan sebelum tidur ayahnya menceritakan kisah-kisah tentang kepimimpinan islam.

“wahh yuk kita tayamum nak, shalatnay dalam tenda saja”

“ ayoo yahh..”

Setalah shalat dan keluar tenda masyaalllah kenidahan sunrise sungguh luar biasa, belum lagi si furqan kegirangan dan dia berkhayal benar-benar ada diatas istana seperti yang didongengkan ibunya inilah negri diatas awan melihat matahari yang 180drjat lurus depan mata, warna kuning keemasan cahaya fajar menambah imajinasi sang anak, inilah kuasa Allah memberikan keindahan yang luar biasa “betul kan nak kata Allah maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan” siramn rohani untuk sang anak. “ Yah coba ibu ikut yah pasti ibu sangat kagum atas keindahan Allah ini, lain kali ibu harus di ajak yah harus, klo ibu ga kuat nanti furqan aja yang gendong, furqan kuat kok, ayah aja yang gendong fuqan kemarin padahal furqan Cuma cape sedikit kok” balas sang anak panjang lebar.

“hahha kamu ini ada-ada saja”sambil mengelus kepala sang anak dan mencium pipinya.

Sungguh sangat disayangkan mereka harus segera turun karena oksigen semakin menipis dan persediaanpun mau habis, wajar saja selama perjalanan furqan banyak menggunakan oksigen namun sang ayah tak pernah khwatir Allah yang menghidupkan manusia maka Allah juga akan bertanggung jawab atas kehidupan mereka belum lagi toh mereka ingin tadabur alam dan ayah juga sudah ahli dalam urusan yang beginiaan.

Singkat cerita.

Sampai dirumah dan habis beres+mandi furqan langsung menceritakan apa yang di alaminya.

“wah mah ternyata yang mamah ceritakan bukan dongen Allah memperlihatkan itu semua, furqan ada di negri aatas awan, furqan merasa awan itu furqan injak, belum lagi keindahan matahari setelah subuh mah, wah mamah rugi ga ikut,pokoknya kapan-kapan harus ikut yahh, biar mamah liat kerajaan furqan disana, heheh”

“hahha kamu ini ada-ada aja nak, insyallah yah klo mamah sudah sembuh dan agak enakan badan mamah ingin liat kerjaan arjunaku ini” balas sang ibu sambil mengambil tawaran anaknya.

“oh iya mah furqan merasa aneh sepertinya selama perjalanan dari bawah gunung sampai atas ada yang mengikuti furqan,” cerita sang anak penuh penasaran

“bukanya yang naik gunung Cuma ayah dan kamu nak, emang ada yang lain” sang ibu dibuat penasaran.

“ga ada si mah, gini mah waktu furqan cape dan teriak seperti ini mah, AYAH FURQAN CAPEK, CAPEK, … dan SIAP DISANA, SANA, SANAaaa….” tambah sang anak dan mencoba nemabhakan pantulan suaranya sendiri, wajar saja dia menanyakan hal itu sebab belum sempat diceritakanya ke ayahnya

“hahha itu namanya gemma nak, jadi itu biasanya terjadi diantara lereng-lereng gunung diapit oelh gunung-gunung yang lain, jadi semakin keras fuqan berteriak semakin nyaring juga pantulan suara furqan” jelas sang ibu

“ hhmm gitu yah, kirain ada yang ngikutin furqan kalo ada furqan ajak lari diatas gunung hehhe..”

“haha padahal kamu sendiri kecapan nak, mau lomba lari lagi diatas gunung hahha..

Oia nak itu sama halnya dengan firman Allah QS. Al-Baqarah:186, Aku (Allah) akan mengabulkan doa hambaku ketika meminta kepadaKu” jadi semakin banyak permintaan kita Allah akan kasih semuanya tapi harus bekerja keras juga jadi semakin keras teriakanmu semakin nyaring/jelas pantulan suaramu nak” tambah sang ibu untuk memberikan penjelasan mengenai ayat* Allah agar aqidah sang anak lebih kuat dan istiqamah.

“klo gtu furqan lebih giat , belajar, bekerja dan berdoa mah, agar bisa jadi anak soleh dan pemimpin masa depan, aamiin” “aamiinin dong mah”- “belum saja diberikan jedah untuk menjawab sudah menyuruh untuk mengaminkan hahha kamu ni pemakasaan nak” tambah sang ibu penuh kaget atas perintah anaknya ..

~Selesai~

gemma

==================================================================

Salam dari Helmi Nasir Bedolo

saya salam mahasiswa samlam sukses

cerita anak rantau

untuk SULAWESI dan INDONESIA berkemajuan

Advertisements

Author:

You can get anithings if you try and pray

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s